Jumat, 21 September 2012

business of convetional vs sharia's business


            Memasuki era dasawarsa 1980,bisnis-bisnis ekonomi yang mengandung prinsip-prinsip islamiah mulai pudar.Masyarakat mulai memahami akan pentingnya material di dunia.Wabah kapitalisme dan sekulerisme menjadi penyakit dalam ekonomi masyarakat.Mereka berpikir bahwa nilai spiritual itu tidaklah ada dalam bisnis.Sehingga,banyak diantara mereka yang melalukan monopoli dalam dunia bisnis serta menghilangkan etika-etika bisnis.Mereka yang telah mengira nilai-nilai spiritual tidak ada posisinya dalam dunia bisnis hanyalah menipu diri mereka sendiri dan orang-orang setempatnya(Gay Hendricks & Kate Ludeman,1996,p.15).Lama kelamaan system ini akan menghancurkan mereka sendiri,dengan halus.
            Namun fakta membuktikan,memasuki era 2000-an,sisten perekomian seperti ini yang banyak dianut masyarakat eropa,mengalami keterpurukan .Ekonomi di eropa mulai anjlok seiring berkurangnya kepercayaan masyarakat terhapahap pelaku bisnis.Sejak itu perekonomian mulai mengalami pergantian kearah yang menguntungkan baik di dunia baik di akhirat yakninya bisnis syariah.Dalam prosesnya sendiri,ekonomi syariah merupakan proses bisnis yang memasukkan prinsip-prinsip islamiah dalam etika berbisnis yang melarang keuntungan sepihak dalam bentuk apapun baik riba,bunga dan lain.Motivasinya jelas,bahwa seharusnya hasil dari proses yang terjadi bukan hanya menguntungkan dunia saja tapi juga  mengejar akhirat.Jelas bahwa nilai perbedaan yang mendasar antara ekonomi syariah dan konvensional yaitu sisi spiritualnya.Karena,spiritualisme bukanlah mainan dan bagian kecil dalam hidup,melainkan sesuatu yang harus ada dalam setiap insane manusia(Gay Hendricks & Kate Ludeman,1996,p.10).
            Dengan adanya pemikiran seperti itu,jelas bahwa prinsip-prinsip yang ada dalam ekonomi syariah yaitu melarang adanya kegiatan riba dalam bentuk bunga seperti yang terjadi dalam ekonomi konvensional.syariah memiliki etika bisnis yang jujur,amanah,fathanah yang tidak lepas dari proses bisnisnya.islam mengajarkan 4 prinsip bisnis dalam perekonomian yag dianut syariah.
1.     Sidiqh,amanah,tabliqh dan fathanah
Bisnis syariah mencerminkan kejujuran dalan prosesnya.Tidak ada pihak yang ditipu maupun dimonopoli.Keuntungannya ,terciptanya kepercayaan yang salin terjalin antara masyarakat sehingga proses bisnis sendiri dapat berjalan lancer.Kepercayaan ini jelas terlihat pada proses akad yang terjadi dalam proses bisnis syariah.Seperti yang telah disabda rasullulah s.a.w
“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR. Muslim).
Jadi jelas bahwa bisnis syariah mengutamakan kepercayaan masyarakat sehingga membuat hubungan saling terjaga untuk tujuan akhirat juga.
2.     Larangan adanya riba dan Transaksi Haram
Berbeda dengan yang terjadi pada proses bisnis konvesional yang menghalalkan bunga ,sehingga kewajiban pihak lain semakin membengkak dan membuat pihak lain terzalimi.Sedangkan islam melarang adanya tindakan yang zalim dalam kehidupan .Atas azaz inilah proses bisnis yang terjadi pada syariah melarang adanya tindakan riba dalam bentuk bunga dan lainnya.Sebagaimana firman Allah
"Maka, jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan riba), Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan, jika kamu bertobat, bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya, dan tidak pula dianiaya." (QS Albaqarah [2]: 278).
                Proses bisnis syariah juga melarang adanya transaksi jual-beli barang-barang haram.Seperti khamar,daging babi,narkoba,ekstasi dll.Hal ini jelas dalam sabda Rasul
"Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung." Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu mengenai jual beli lemak bangkai, mengingat lemak bangkai itu dipakai untuk menambal perahu, meminyaki kulit, dan dijadikan minyak untuk penerangan?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak boleh! Jual beli lemak bangkai itu haram." Kemudian, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Semoga Allah melaknat Yahudi. Sesungguhnya, tatkala Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjual minyak dari lemak bangkai tersebut, kemudian mereka memakan hasil penjualannya." (HR. Bukhari no. 2236 dan Muslim, no. 4132).

NO
Proses Bisnis Syariah
Proses Bisnis Konvensional
1
Berinvestasi Pada Usaha yang Halal
Bebas Nilai

2
Atas Dasar Bagi Hasil
Mengandung Unsur Bunga
3
Pembagian  Hasil Bergantung Besarnya Usaha
Tetap
4
Memiliki Unsur Hubungan Kemitraan
Tidak Mengenal mitra
5
Motivasi Pada Dunia Dan Akhirat
Motivasi Pada Dunia
 

Referensi:
Sofyan,Riyanto.Bisnis Syariah?Mengapa Tidak.Jakarta:PT.Gramedia Utama.2009
Suud fuadi(2008).Ekonomi dan Bisnis Syariah.From http://suud83.wordpress.com/2008/06/14/bisnis-syariah, 22 september 2012.
Imam Budi Raharjo.Prinsip-Prinsip Bisnis Dalam Islam.From http://imambudiraharjo.wordpress.com/2009/09/06/prinsip-prinsip-bisnis-dalam-islam/, 22 september 2012.


               



               

Sabtu, 15 September 2012

Definition Of Business Process

                as we see a long of our life ,we always trade something with something to get that we want.every day we do a business process to survive our life.some people work as officer as a servicer and anyelse.we know every that we seem is the process of business,but  until now,only some people who know about business process.


            Menurut pakarnya ,skinner mendefinisikan proses bisnis sebagai suatu kegiatan pertukaran antara barang atau jasa yang saling menguntungkan antara si penyedia dan pembeli.Dari definisi tersebut proses bisnis harus ada dua belah pihak yang saling berinteraksi satu  sama lain mencapai kemufakatan untuk mencari keuntungan.Dari sini juga di ketahui bahwa bisnis bukan hanya dalam bentuk barang tapi juga berupa layana maupun service.Itulah sebabnya mengapa kegiatan bisnis sangat dibutuhkan,karenanya dengan keuntungan yang ada manusia bias bertahap hidup.

            Disisi lain , Menurut Manganelli & Klein (1994), proses bisnis didefinisikan sebagai: “Interrelated series of activities that convert business input into business output”. Masukkan dapat berupa material, peralatan, objek terukur lainnya, ataupun berbagai macam informasi yang kemudian diubah menjadi sejumlah keluaran yang diperlukan oleh penerima.Dengan kata lain bisnis juga merupakan proses pengubahan dari seluruh sumber daya yang ada baik alam maupun manusia yang kemudian diolah untuk pengeluaran yang bisa ditukar dengan barang lain.

            Masih belum puas???,definisinya tidak hanya berhenti sampai disitu saja, (IBM-BSP, 1984) mengemukakan bahwa proses bisnis merupakan prose pengambilan keputusan dalam pengolahan sumberdaya-sumberdaya bisnis.

            Dari defenisi tersebut bisnis mewakili enam dimensi yang saling berkaitan yaitu pengetahuan,isi,proses,budaya,pasar,dan sturuktur organisasi.Proses bisnis yang terjadi tidak hanya bisa dilakukan dua orang saja melainkan juga bisa melibatkan beberapa orang dalam bentuk komunitas berupa organisasi,perusahaan,persero,firma dan lain-lain.
           
Referensi:
Anoraga, pandji.Manajemen Bisnis.2009. Jakarta : Rineka Cipta    
New Colossal(2009).Definisi Proses Bisnis.From http://newcolosal.blogspot.com/2009/06/definisi-proses-bisnis.html, 15 September 2012